Welcome to My Blog East Java Tourism

Sekilas Tentang Wisata Jawa Timur

Jawa timur adalah salah satu propinsi di Indonesia yang beribukota di Surabaya.

Jawa timur mempunya banyak tempat alternatif buat wisata anda. Terdapat wisata seperti, wisata pantai, gunung, agro, air terjun, dan lain-lain.

Dan tempat yang baru menarik perhatian di Jawa Timur adalah jembatan Suramadu, yang pasti tidak akan anda terlewatkan jika berkunjung ke Jawa Timur ^ ^

Jawa Timur tempat menarik untuk berwisata!! ^ ^



Tampilkan postingan dengan label Suramadu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suramadu. Tampilkan semua postingan

11/04/10

Ojek Suramadu

Ojek Suramadu, Suguhkan Wisata Baru di Selat Madura

Monday, 13 July 2009 07:46

Hadirnya Jembatan Suramadu selain menjadikan euphoria masyarakat akan keberadaan maha karya putra bangsa, rupanya dibaca sebagai peluang bisnis. Ini yang diendus Rhomani Jaya (29) warga Tambaksari. Sejak jembatan tersebut diresmikan, ia bersama lima temannya menangkap peluang dengan menggagas bisnis ojek wisata Suramadu di sekitar kaki jembatan laut terpanjang tersebut.


Bersama lima kawannya yang juga warga sekitar kaki Suramadu sisi Surabaya ini, Rhoma mendirikan pos ojek di dekat Pos Patroli Jalan Raya Jatim I. Lokasinya sekitar 300 meter sebelum pintu tol Suramadu sisi Surabaya.







Dengan modal awal Rp 300 ribu untuk memodifikasi sepeda motornya, Rhoma memulai bisnisnya ini bersamaan dengan diresmikannya Jembatan Suramadu oleh Presiden RI tanggal 10 Juni 2009 lalu. Sepeda motor satu-satunya milik RHOMA ini ditambahi semacam kanopi di bagian atasnya untuk melindungi penumpang ojek dari hujan dan panas.

Rhoma sendiri menarik ongkos Rp 25 ribu bolak-balik Jembatan Suramadu menyusuri jalur sepeda motor yang panjangnya satu ruas mencapai 5,4 km. Untuk ini, Rhoma menarik untung Rp19 ribu karena karcis masuk sepeda motor bolak-balik mencapai Rp 6 ribu. Keuntungan ini belum dipotong ongkos bensin, kata Rhoma.

Dari tarif tersebut, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk setiap penumpang saat sekali keliling berkisar selama satu jam. Mereka kami ajak menuju tempat di sisi Madura yang asri dan tempat sentra makanan dari kumpulan PKL. Mereka juga kami tunjukkan tempat yang bagus untuk berfoto dengan suasana Jembatan Suramadu kelihatan penuh.

Lumayan juga, lanjut Rhoma, dari bisnis ini ia berhasil mengembalikan modal modifikasi kanopi itu selama 5 hari menarik ojek. “Seharinya kami berdelapan bisa dapat 8 hingga 9 penumpang. Kalau saya sendiri rata-rata 2 sampai 4 penumpang perhari,” kata dia.

Saat hari Sabtu dan Minggu, tarif yang ia kenakan lebih mahal dari hari biasanya. Karena pada dua hari tersebut Jembatan Suramadu sering macet karena banyak kendaraan yang berhenti dan warga Madura pulang kampung halamannya tiap akhir pekan.

Sebagai sarjana lulusan sebuah sekolah tinggi pariwisata di Surabaya, ia merasakan kegelisahan. Menurut dia, pesona Jembatan Suramadu seharusnya bisa dimaksimalkan sebaik-baiknya oleh warga sekitar jembatan itu. Itulah mengapa peluang di kaki Jembatan Suramadu ia gunakan sebaik-baiknya. “Syukur-syukur kalau semua ini berjalan sukses sampai jangka panjang. Sejauh ini kendala saya hanya takut kalau ditilang polisi karena penumpang memaksa berhenti untuk foto-foto di bentang tengah,” paparnya.

http://www.suramadu.com/berita/40-berita/179-ojek-suramadu-suguhkan-wisata-baru-di-selat-madura.html

Selengkapnya...

09/04/10

Wisata Bahari Jembatan Suramadu

Wisata Bahari Jembatan Suramadu Bakal Dikemas

Wednesday, 10 June 2009 08:00 Berita

Pasca beroperasinya Jembatan Suramadu yang diresmikan Rabu (10/06) ini membuka peluang wisata bahari dengan cara melihat obyek jembatan dari Selat Madura. Dinas Pariwisata Jawa Timur bersama Asosiasi Biro Perjalanan (ASITA) Jawa Timur berencana mengemas wisata bahari Jembatan Suramadu.

Jhoni Irianto Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur, mengatakan, potensi wisata Madura sangat beragam mulai dari Karapan Sapi, keindahan Pantai Lobang dan Pantai Camplong, keunikan Batik Tanjung Bumi. Obyek-obyek tersebut tetap terus dipasarkan pada wisatawan baik domestik maupun mancanegara.



Apalagi dengan selesainya Jembatan Suramadu, jalur transportasi tidak menjadi hambatan untuk bisa mengunjungi obyek-obyek wisata tersebut. Namun, yang bakal dikemas dalam waktu dekat, kata JHONI, menggarap paket wisata bahari Jembatan Suramadu.

“Kalau orang masuk ke Jembatan Suramadu, itu sudah biasa. Tapi untuk menikmati keindahan Jembatan Suramadu dari Selat Madura yang berada di bawah jembatan itu akan berbeda. Apalagi sekalian menikmati sunset dan sunshine dari bawah jembatan menjadi daya tarik tersendiri,”ujarnya.

Jhoni menjelaskan dalam pengemasan wisata bahari ini, Dinas Pariwisata Jawa Timur bertugas memasarkan dan menjual obyek wisata. Sedangkan investor yang akan bergerak untuk mengembangkan wisata bahari.

Menurut JHONI, dalam pengembangan wisata bahari ini dilakukan kerjasama dengan ASDP dan pengusaha angkutan kapal laut. Sudah diujicobakan 2 kapal feri untuk wisata bahari Jembatan Suramadu. Kapal feri di-upgrade lebih dulu, dan sudah dilengkapi play ground buat anak-anak di atas dek feri, konter makanan dan fasilitas lainnya seperti live music.

“Saat ini, sedang dibahas bagaimana operasional wisata bahari regular yang bisa dimanfaatkan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Termasuk jadualnya dan biayanya,”tukas JHONI.

Sementara itu, Haryono Gondo Suwito Ketua ASITA Jawa Timur dihubungi terpisah mengatakan memang sangat potensial menjual wisata bahari Jembatan Suramadu. Masalahnya, kapal feri yang akan digunakan harus benar-benar di-manage sedemikian rupa menjadi kapal turis.

“Tapi kalau kapal yang digunakan nantinya berfungsi untuk feri angkutan penyeberangan, sekaligus disewa untuk wisata bahari akan sulit. Jawa Timur bisa mencontoh wisata bahari di Bali dimana kapal-kapal yang disediakan memang khusus untuk turis,”tukas HARYONO.

Haryono mencontohkan Bounci Cruise kapal turis yang bisa memuat 300 turis atau Quick Silver dengan kapasitas penumpang 200 turis. Untuk itu, ia minta pengelola nantinya benar-benar menyiapkan secara maksimal kalau memang ingin mengembangkan wisata bahari Jembatan Suramadu.

Apalagi obyek wisatanya, diakui Haryono, cukup bagus. Diantaranya, Patung Jalesviva Jayamahe yang berada di kawasan Armatim. “Disparta bisa koordinasi dengan Pangarmatim untuk memasang lampu sorot di bawah patung. Sebab akan menjadi lebih bagus saat malam hari dipadukan keindahan Jembatan Suramadu,”ujarnya.

Haryono mengatakan pihak ASDP pasti akan mempertanyakan potensi pasar wisata bahari untuk regular. Pada saat awal-awal dioperasikan tentunya tidak begitu ramai, namun bisa diagendakan kapal wisata dioperasikan setiap weekend dulu. “Bisa belajar pula dari wisata Sydney Harbour Cruises,”pungkasnya. (ssnet*)

http://www.suramadu.com/berita/40-berita/164-wisata-bahari-jembatan-suramadu-bakal-dikemas.html



Selengkapnya...

08/04/10

Panorama Suramadu

Jembatan yang diambil dari nama perpaduan antara Surabaya-Madura ini, dan yang menghubungkan antara Jawa Timur dan pulau Madura ini sangat menarik minat masyarakat untuk datang dan melihat-lihat keindahan Suramadu.

Masyarakat yang memanfaatkan panorama Suramadu saat launching dengan mengambil gambar.

Suramadu saat malam hari.



Suramadu di pagi hari.




Panorama Suramadu


Selengkapnya...

Potensi Wisata dengan Feri di Sekitar Jembatan Suramadu

SURABAYA,KOMPAS.com - Wisata dengan kapal feri di skitar Jembatan Suramadu diprediksi menjadi magnet pariwisata luar biasa di Jawa Timur. Namun, hal ini hanya akan terwujud jika di kaki Jembatan Suramadu sisi Madura tersedia wahana penampilan produk wisata Madura yang layak.

"Jembatan Suramadu merupakan tempat tujuan wisata baru. Apalagi, pemandangan Suramadu saat matahari terbenam akan menjadi daya tarik sendiri," ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Travel Indonesia (Asita) Jatim, Haryono Gondhosoewito, Selasa (30/3/2010). Ia tadi bicara di Seminar "Tantangan Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia di Era Global" di Surabaya.



Namun demikian, agar daya tarik Jembatan Suramadu semakin kuat, potensi wisata Madura juga harus digarap. Dengan demikian, para wisatawan bisa menyaksikan produk-produk Madura tanpa harus masuk terlalu jauh ke pelosok Pulau Madura.

"Ini merupakan program jangka pendek karena membangun sarana infrastruktur dari Bangkal hingga ke Sumenep membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, sebagai langkah awal, produk-produk wisata Madura dapat ditampilkan di sekitar Jembatan Suramadu, seperti Karapan Sapi, batik Madura, hingga makanan khas Madura," kata Haryono.

Ia berharap, kawasan itu menjadi tujuan wisata unggulan Jatim selain Gunung Bromo, Kota Batu, atau Trowulan. Saat ini, kawasan Suramadu masih sekadar menjadi tujuan wisata domestik warga sekitar Surabaya karena kawasan di sekitar Suramadu belum tertata.

Di sekitar kawasan Suramadu kini justru menjamur pedagang kaki lima yang tak teratur dan kumuh. Sementara, jumlah kapal feri yang melayani pelayaran wisata hanya ada satu dari dua dua armada yang disiapkan.

"Di Bali, pengelola kapal feri wisata mengoperasikan armada mereka secara serius. Fasilitas dan acara di dalam feri dikemas menarik. Para awak kapal pun sebagian besar mahir berbahasa asing. Tapi situsi ini belum bisa ditemukan di Surabaya," tuturnya.

Pimpinan PT ASDP Indonesia Ferry Surabaya Prasetyo B Utomo menyatakan, dua kapal feri dipersiapkan untuk melayani paket wisata pelayaran setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, dengan rute Dermaga Ujung-Jembatan Suramadu.

Dari rencana dua kapal feri yang akan dijalankan, hanya satu feri, yaitu kapal motor penumpang (KMP) Wicitra Dharma milik PT Dharma Lautan Utama yang layak dan mulai beroperasi. Sedangkan KMP Gajah Mada milik PT ASDP Indonesia Ferry secara fisik belum dibenahi dan masih dioperasikan untuk penyeberangan reguler Ujung-Kamal.

Selengkapnya...